Ramadan telah memasuki hari ke 22. Hal ini berarti umat muslim harus melakukan persiapan untuk melakukan ibadah wajib lainnya setelah berpuasa di bulan Ramadan, yakni menyalurkan zakat bagi mereka yang berhak. Dalam prakteknya, pemberi zakat kadang mengalami kesulitan menemukan lokasi untuk menunaikan kewajiban tersebut. Sayangnya, dalam prakteknya, pemberi zakat kesulitan untuk membayar zakat entah karena lokasi yang susah atau kesibukan yang padat. Namun, seiiring dengan pesatnya perkembangan teknlogi, pembayaran zakat pun sudah bisa dilakukan secara online.  Beberapa penyalur zakat resmi di dalam negeri telah menambahkan opsi untuk berzakat secara online. Dengan Zakat Online ini diharapkan nantinya akan membantu masyarakat dalam menyalurkan zakatnya. Bagaimana Anda tertarik untuk mengetahuinya. Untuk mengetahui beberapa badan zakat yang mendukung platform online, anda bisa melihatnya di bawah ini

1  Dompet Dhuafa

Dompet_Duafa

Situs online yang pertama adalah Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa telah menyediakan situs terpisah untuk memberikan donasi, yakni di situs Zakat.or.id  Pembayaran yang dapat kamu pilih cukup beragam, mulai dari kartu kredit, transfer rekening bank, mobile banking, hingga potong pulsa ponsel.

Untuk memberikan zakat dan donasi lainnya, kamu tinggal mengisi pilihan donasi, besarnya dana yang ingin disalurkan, dan informasi data diri. Selanjutnya tim dari Dompet Dhuafa akan mengumpulkan, memberi total dana donasi, dan menginformasikan penyaluran donasi kepada kamu.

praktis bukan untuk Anda yang bingung hendak menuanikan zakat dimana?

2. Kita Bisa

kitabisa

Situs Online yang kedua adalah KitaBisa. Situs  Kitabisa bekerja sama dengan tiga layanan penyalur donasi yaitu BAZNAS, Rumah Zakat, dan Dompet Dhuafa untuk meluncurkan fitur pembayaran zakat. Anda tidak perlu melakukan konfirmasi jika mengikuti prosedur di Kitabisa yang menggunakan sistem kode unik. Sistem tersebut sama seperti yang diterapkan dalam beberapa marketplace, di mana kamu akan diberikan kode yang langsung tertera di nominal transfer. Sehingga setelah melakukan transfer, sistem akan langsung mengonfirmasi transaksi yang dilakukan.

3. Rumah Zakat

rumah_zakat

Situs Online yang Ketiga adalah Rumah Zakat. Organisasi Rumah Zakat beroperasi sejak tahun 2010. Konsep yang ditawarkan Rumah Zakat lebih pada berdonasi secara “jemput bola” dengan mendatangi banyak lokasi keramaian seperti pusat perbelanjaan. Meski bertitel Rumah Zakat, tim di dalamnya juga mengelola donasi lainnya, seperti infak dan sedekah.Untuk memberikan zakat, kamu diberikan perhitungan yang harus dibayarkan lewat fitur Kalkulator Zakat di situs Rumah Zakat. Bila ada pertanyaan lebih lanjut, kamu bisa langsung menanyakannya lewat layanan chat di dalam situs.

Langkah selanjutnya adalah konfirmasi besarnya nilai yang diberikan dengan mengisi informasi di situs tersebut. Kamu juga diberikan informasi jumlah dana yang terkumpul dan sumbangan yang dituju. Semuanya tersedia dalam situs Rumah Zakat.

4. Badan Zakat Amil Nasional (BAZNAS)

Baznas

Situs online yang terakhir adalah BAZNAZ. Organisasi BAZNAS menjadi satu-satunya yang resmi didirikan oleh pemerintah Indonesia sejak 2001. Pengesahan UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat semakin mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Dalam UU tersebut, BAZNAS dinyatakan sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada presiden melalui menteri agama

BAZNAS menggunakan metode offline dan online untuk melakukan tugasnya dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah. Layaknya organisasi donasi lainnya, tak jarang BAZNAS membuka stand di beberapa pusat perbelanjaan. Dukungan layanan online yang dimiliki BAZNAS cukup beragam. Kamu bisa memilih untuk membayar zakat melalui payroll system, mobile banking, dan transfer rekening bank via ATM. BAZNAS juga telah meluncurkan aplikasi Android guna membantumu membayar zakat dengan mudah.

 

Itulah beberapa badan zakat yang mendukung situs online. Dari keempat pilihan platform di atas, mana akan Anda gunakan untuk membayar zakat? Ataukah anda masih akan menggunakan cara konvensional dengan membayar zakat di masjid terdekat?

apapun cara Anda membayar zakat, semoga mendapat berkah dari Allah SWT. Amiin