Content marketing??? Istilah itu kini telah menjamur di telinga kita. Entah paham maksud sebenarnya atau tidak Content Marketing kini telah banyak digunakan oleh berbagai Brand untuk mempromosikan Jasa/ Produk karena dinilai mudah dan efektif.  Mengerjakan proyek content marketing layaknya menjalankan portofolio investasi. Strategi terbaik adalah membuat branded content yang beragam, serta memublikasikannya di banyak tempat.

Tapi tahukah anda, seringkali banyak brand mengabaikan metode yang sudah berhasil. Umumnya kita mencurahkan dana pada media dengan pageview paling tinggi, mengharapkan hasil yang didapat sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. Akibatnya, kebanyakan brand lebih memilih bekerja dengan media massa, yang kontennya memang menjangkau masyarakat luas. Padahal tidak semua orang yang membaca konten marketingmu itu selalu tertarik dengan apa yang anda ingn promosikan di dalamnya.

Kamu juga harus mengetahui siapa pembacamu.Godaan bagi brand untuk memanfaatkan media massa sangat dapat dimengerti, terutama ketika kesuksesan kampanye mereka diukur dari pageview. Akan tetapi apabila calon pelanggan dari produk atau jasa yang kamu miliki adalah tipe pengguna yang unik, pesan yang kamu sampaikan kepada audiens yang lebih luas layaknya melepaskan anak panah tanpa membidik dan berharap tepat sasaran. Kesuksesan di sini hanya berdasarkan pada keberuntungan. Di sisi lain, media yang memiliki jenis audiens niche menyajikan subjek pembahasan yang spesifik. Ketimbang menulis sebuah artikel dengan cakupan audiens yang lebih luas, mereka lebih memilih untuk membuat tulisan dengan relevansi yang sangat kuat terhadap preferensi pembacanya.

content-marketing-strategy-traditional

memiliki audiens yang tepat sasaran sangatlah penting di industri teknologi dan game, di mana value proposition dari tiap brand ada di tingkat detail teknis. sebagai contoh adalah kita lrik aplikasi mobile chatting seperti BBM, WA, Line dll. Banyak orang mengetahui, memeiliki fungsi yang sama tapi lalu dimana letak bedanya? juga aplikasi mobile game yang memiliki banyak penggemar dari berbagai kalangan, seharusnya para developers tahu cara memasarkan produk gamenya pada audiens yang tepat. Mana mungkin aplikasi game memasak dipasarkan di website bola yang notabene disukai anak laki-laki? efektifkah??

situs yang bersifat niche juga memungkinkan kamu membuat pesan khusus untuk demografis pengguna yang lebih spesifik. Ini dilakukan oleh para pakar media sosial dalam melakukan targeting untuk beriklan. Sebagai contoh, sebuah aplikasi pelacak smartphone dapat dipromosikan pada situs parenting, sebagai upaya bagi orang tua untuk meningkatkan keamanan dan melacak keberadaan anak-anaknya.

Situs online shopping memang telah menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin berbelanja dengan mudah, tetapi tidak semua orang percaya dengan sistem pembayaran secara online. Karenanya, sistem seperti  Kudo akan sangat membantu mereka yang ingin berbelanja secara online tanpa mengkhawatirkan faktor keamanan transaksi.

Upaya ini juga dapat memberikan kredibilitas kepada brand, yang dapat menguatkan posisi mereka di dalam persaingan pasar. Keberhasilan publikasi yang menyasar segmen niche akan menguatkan kredibilitas mereka, yang diperoleh dari kepercayaan, keyakinan, serta impresi yang baik dari konsumen. Majalah yang membahas tentang perdagangan adalah salah satu contoh yang baik—mereka jeli terhadap industrinya, yang membuat konten mereka sering kali didukung oleh para pelaku industri.

Konsumen lebih suka membagikan data dari platform yang lebih mereka percaya. Apabila mereka percaya bahwa media favorit mereka ternyata menyajikan konten yang menarik, mereka tidak akan segan-segan menyisihkan waktu hanya untuk berpartisipasi dalam survei, atau sekadar mengomentari artikel. Interaksi inilah yang dapat menjadi insight berharga untuk para brand.

Tipsnya: Yakinkan Pembaca

pembaca content marketing

Walau begitu, media dengan segmen yang niche mungkin tidak cocok untuk semua orang atau brand. Akan tetapi kampanye yang fokus serta terarah dapat membantu untuk menciptakan kredibilitas sebuah brand di mata komunitas yang mengerti dan individu yang terpelajar. Kampanye ini memiliki potensi untuk menciptakan pendukung yang sejati, pendukung yang siap dengan lantang menyebarkan kabar baik tentang produk dan brand kamu.

Mereka akan mengingat brand kamu karena konten yang disajikan sangatlah relevan dengan apa yang mereka lakukan, atau berhubungan dengan hal-hal yang menarik perhatian mereka. Masyarakat yang berinteraksi dengan mereka juga akan ikut mengingat brand kamu. Dan efek domino ini tidak hanya berhenti di situ saja.

Jadi, jangan hanya mengejar pageview—kamu akan melewatkan sesuatu hal yang lebih penting.