Perkembangan aplikasi mobile kini sudah menjamur di Indonesia, dari mulai aplikasi untuk bisnis, edukasi, jual beli, kecantikan, fotografi dan masih banyak lagi. Tak Ketinggalan kini Pemerintah Indonesia juga membuat inovasi baru yakni aplikasi mobile utuk petani. Dengan slogan “Masuk dalam Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat” aplikasi ini diharapkan membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan memangkas rantai distribusi ke konsumen.

Pemerintah Indonesia melalui Kominfo berupaya untuk memanfaatkan teknologi di berbagai sektor paling baru, dalam Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat memperkenalkan beberapa aplikasi mobile, bekerja sama dengan sejumlah startup, yang dirancang untuk membantu petani dalam berbagai hal, seperti memantau harga, berdiskusi sesama petani dan lain sebagainya. Seperti yang dilansir dari situs Kominfo, Pemerintah berupaya untuk membantu para petani dengan memberikan dukungan modal usaha, penyuluhan, dan peralatan yang memadai sebagai wujud dari ekonomi berbasis kerakyatan . Selain itu pemerintah juga membantu para petani melalui pemanfaatan aplikasi produk lokal membantu meningkatkan ekonomi kerakyatan. Setidaknya ada lima aplikasi mobile yang dipekenalkan oleh Menkominfo yang nantinya bisa membantu para petani

Aplikasi pertama adalah Petani, yaitu aplikasi penyedia layanan informasi terkait solusi pertanian, tempat penjualan alat-alat pertanian, pelatihan pertanian sekaligus forum online yang bisa menjadi tempat diskusi seluruh petani di Indonesia. Petani dibangun oleh tim pengembang 8Village. Aplikasi kedua adalah Tani Hub, yaitu aplikasi berisi layanan distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari daerah ke kota. Aplikasi ketiga adalah LimaKilo, Aplikasi ini memungkinkan petani untuk langsung menjual hasil panennya ke konsumen dengan harga yang kompetitif. Aplikasi Selanjutnya adalah Pantau Harga Sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk tempat tawar menawar, dan melakukan jual beli antara penyedia bahan baku dengan petani, dilengkapi dengan basis data harga yang menjadi acuan aplikasi ini diharapkan untuk memudahkan petani dalam transaksinya. Aplikasi yang terakhir adalah Nurbaya Initiatives, aplikasi ini diklaim mampu memberikan layanan bagi UKM atau petani dalam membuat platform penjualan dari produk yang mereka hasilkan.

Menteri Kominfo Rudiantara menjelaskan aplikasi ini dibuat khusus untuk meningkatkan produktivitas para petani. Selain Beliau juga mengungkapkan bahwa banyak permasalahan petani yang bisa terselesaikan dengan penggunaan teknologi aplikasi mobile untuk para petani. Dengan adanya aplikasi mobile ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan memangkas rantai distribusi hasil produksi dari petani kepada konsumen.