“Digital Branding” istilah itu sering digunakan, tapi apa sebenarnya ‘Digital Branding‘?

Hadirnya internet sebagai sebuah media komunikasi memberikan beragam keuntungan kepada para pengguna, termasuk untuk melakukan Digital Branding. Digital branding merupakan identitas merek yang digunakan suatu produk atau perusahaan secara online, yang berbeda dengan merek tradisional.

Membangun kekuatan digital menjadi wajib dilakukan oleh perusahaan yang ingin menguasai pasar. Perusahaan yang berhasil di era digital, adalah perusahaan yang mampu menciptakan dan menggunakan kekuatan digital untuk membangun merek perusahaan.

Digital Branding termasuk dalam pemilihan nama, logo, warna, slogan dan aspek lain yang dapat mempengaruhi bisnis. Pilihan tersebut haruslah unik dan menarik agar bisa selalu tertanam dalam benak seseorang. Sedangkan suatu proses di mana seseorang dapat menemukan kesesuaian konsep diri dengan citra tertentu, dan menjadi sebuah identitas, yang disebut Self Branding atau Personal Branding, sangatlah dipengaruhi oleh reputasi serta persepsi orang terhadap kita. Self Branding menjadi kebutuhan di era digital, dan beberapa perusahaan membangun Digital Branding dimulai dari Self Branding  karyawannya.

Berikut perspektif saya pada “Digital Branding“: Digital Branding yakni Saluran Digital dan aset yang digunakan untuk berkomunikasi  suatu merek (atau tujuan) sebagai bagian dari komunikasi multichannel merek atau program “.

Pemasaran digital, telah muncul sebagai spesialisasi selama dekade terakhir dengan asal-usulnya berakar pada pemasaran langsung. Peningkatan jumlah perangkat pribadi dan penggunaannya  memiliki lebih banyak cara untuk berkomunikasi secara langsung, dan interaktif dengan konsumen  atau pelanggan. Mengingat hal itu, tidak mengherankan bahwa konsep “brand” harus diterapkan  menggunakan media digital dan teknologi untuk mengembangkan merek melalui interaksi dengan konsumen pada perangkat digital mereka . Kita akan melihat beberapa pendapat terkemuka di akhir artikel ini.

How are Business Strategy and Brand Planning linked?

jasa pembuatan aplikasi mobile, jasa pembuatan website, jasa pembuatan aplikasi android, it service, digital branding

The ‘Marketing Way’ adalah kerangka kerja perencanaan yang diikuti di banyak bisnis. Ini menghubungkan strategi bisnis dengan rencana merek tahunan. Sebagai contoh, praktek terbaik strategi komunikasi “brand” akan menjadi bagian dari rencana merek tahunan dan kesempatan  melalui strategi bisnis.

Pada dasarnya, branding merupakan sebuah proses panjang yang tidak bisa dilakukan dalam sekejap mata. Ada dua poin penting dalam branding meliputi dua langkah yakni image building dan activationImage building lebih dilakukan secara indirect dan memprioritaskan pada awareness serta knowledge sebuah brand di benak konsumennya.

Tahap kedua adalah brand activation, yaitu kegiatan pemasaran yang menitikberatkan pada sales oriented melalui trial dari konsumen. Activation ini dilakukan secara direct. Namun sayangnya, kecenderungan branding yang terjadi pada beberapa industri di tanah air justru tidak seimbang. Semakin banyak pemilik brand yang menyadari pentingnya brand activation, sehingga tahapan ini sangat digemari. Bahkan, beberapa diantaranya mengesampingkan tahap image buiding.

“Tuntuan pasar semakin ketat. Pemilik brand tidak bisa hanya mengandalkan komunikasi indirect dengan hasil jangka panjang saja. Nominal investasi komunikasi brand juga sangat tinggi, alhasil para perusahaan lebih memilih hasil instan dan action oriented,”

How to Win in-market

jasa pembuatan aplikasi mobile, jasa pembuatan website, jasa pembuatan aplikasi android, it service, digital branding

apakah semua yang berinisiatif dari kegiatan dan usaha yang akan dieksekusi akan menang di pasar?. Ini biasanya dirinci dalam Rencana Merek Tahunan. Misalnya melakukan bisnis: 

  1. Apa indikator kinerja utama telah sepakat untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi dari kegiatan?
  2. Bagaimana kita akan tahu apakah kita menang?

Hal ini akan ada pada tahap ‘analisis situasi’ dalam proses perencanaan bahwa strategi komunikasi, termasuk digital yang ditinjau / dikembangkan. Jadi bukannya dipandang sebagai fungsi diskrit, komunikasi digital (atau pemasaran) harus diintegrasikan ke dalam proses perencanaan bisnis, merek dan komunikasi.

CEO Diageo Ivan Menezes (Ahli Pakar Marketing ), baru-baru membahas hasil perusahaannya, mengatakan: “Ini bukan tentang melakukan ‘pemasaran digital’, itu adalah tentang pemasaran secara efektif dalam dunia digital”. Jadi Apa Peran Digital Communications di Brands Building? Kemampuan digital  lebih diperlukan untuk bisnis yang mencari atau membangun dan meningkatkan merek mereka melalui program “branding”. ” Branding” adalah alat yang ampuh untuk merek dan dengan banyak manfaat membangun brand yang ditunjukkan.

Eranya Media Sosial di 2016

jasa pembuatan aplikasi mobile, jasa pembuatan website, jasa pembuatan aplikasi android, it service, digital brandingMedia sosial ini merupakan strategi jitu mengalahkan brand-brand raksasa dengan modal besar. Para pemilik brand akan diuji kreativitasnya untuk memanfaatkan Facebook, Twitter, Youtube,dan lainnya.

Instagram dan Facebook  akan menjadi media yang sangat sentral dan mainstream karena disanalah konsumen berada dan berkomunikasi secara interaktif,” Fungsi media sosial nantinya tidak hanya sebagai sarana campaign, tetapi juga tempat berbincang antara pemilik branddan konsumennya. Sehingga pada dasarnya orang nomor satu di brand tersebut juga ikut ambil bagian dalam pembicaraan.

Konsep Branding Menarik di Platform Youtube 

jasa pembuatan aplikasi mobile, jasa pembuatan website, jasa pembuatan aplikasi android, it service, digital branding

Selain Twitter, Youtube juga tengah jadi favorit para pemilik brand untuk mengomunikasikan produk knowledge brand mereka. Platform video online nomor satu di dunia ini berhasil menyedot minat luar biasa dari para audience-nya.

“Kenyataannya sekarang di dunia online, semakin banyak konten lokal di Youtube maka akan semakin banyak pula minat user. Di sanalah peluang dan potensi yang dilihat oleh pemilik brand,” ujar Rudy Ramawy, Country Head Google Indonesia.

Karena merupakan video online, maka konten yang disajikan YouTube mengenai sebuah brand adalah gambar bergerak. Namun menariknya, konsep yang disuguhkan kepada konsumen justru diserahkan kepada pemilik brand. Artinya, pemilik brand bisa menentukan seperti apakah iklan produk yang akan mereka publikasikan di YouTube.

Rudy memaparkan, beberapa jenis komunikasi yang sudah dilakukan YouTube selama ini adalah dalam bentuk tv commercial yang disisipkan sebelum video yang diunggah, video interaktif yang terintegrasi dengan Facebook, Twitter, dan website pribadi brand, serta video yang diunduh oleh user. Khusus untuk bentuk yang ketiga, Rudy menyebutnya YouTube Partner. YouTube Partner bisa mengunduh video apapun yang sifatnya bermanfaat bagi user lainnya. Setelah mengikuti prosedur partnership, pengguna bisa memperoleh profit dari video yang diunggahnya.

Semakin banyak video tersebut ditonton, semakin besar pula keuntungan yang bisa diraih. Kerja sama ini menurut Rudy lebih mengarah pada generasi muda serta UKM yang ingin memasarkan produk mereka namun terkendala di bujet promosi Sementara dua bentuk komunikasi brand lainnya tetap memiliki nilai investasi yang harus dipenuhi. Meski enggan membocorkan soal nilai rupiahnya, Rudy menekankan agar semua TVC yang ada dibebankan biaya apabila konsumen menyaksikan video sampai batas waktu tertentu atau full.

Ini berarti bila user memilih men-skip iklan di tengah, maka pemilik brand pun tidak harus membayar. Sejauh ini, ia menilai sudah banyak pihak yang menjalin kerja sama dengan YouTube. Tidak hanya dari brand, tetapi datang juga dari instansi pemerintah dan BUMN.

Twitter, Facebook, LinkedIn, Google+ dan Path adalah beberapa situs jaringan sosial yang paling popular saat ini dan semuanya merupakan media online yang dapat digunakan sebagai Self Branding. Tapi apakah media tersebut dapat menjadi pilihan tepat bagi seseorang untuk melakukan Self Branding, kami dapat memberikan sharing berupa artikel branding-in-the-digital-age-youre-spending-your-money-in-all-the-wrong-places

jadi tunggu episode selanjutnya