Seantero dunia digital saat ini tengah heboh dengan teror Malware Ransome WannaCry yang beredar luas dan menyandera data-data di beberapa negara termasuk data-data 2 rumah sakit di Indonesia. Saking heboh dan berpotensi bahaya, Kementrian Komunikasi dan Informatika sampai membuat pengumuman khusus yang menganjurkan supaya pengguna laptop dan PC tidak menghbungkan perangkatnya ke jaringan LAN atau internet pada hari senin (15/5/2017).

Melihat begitu besarnya antusisme masyarakat dunia terhadap Malware Ransome WannaCry berikut CAN Creative akan memberikan beberapa fakta unik seputar Malware Ransome WannaCry yang telah melumpuhkan data-data di beberapa Negara termasuk Indonesia tepatnya di Rumah Sakit Dharmais dan Rumah Sakit harapan Kita. Penasaran? simak selengkapnya dibawah ini:

  1. Infeksi dan Penyebaran Wannacry

WannaCry menginfeksi sebuah komputer dengan menginkrinpi seluruh file yang ada pada komputer tersebut dengan menggunakan kelemahan yang ada pada SMB dan dapat menyebar ke komputer windows lain pada jaringan yang sama. Semua komputer yang tesambung ke internet dan masih memiliki keemahan ini berpotensi terinfeksi terhadap ancaman Wannacry

  1. Serangan Ransome WannaCry tak hanya di Indonesia, tapi juga 100 negara dengan jangka waktu yang berdekatan. (OMG)

Serangan Ransome WannaCry telah menghebohkan dunia, dilansir dari Metrotvnews sejak jumat 12 Mei 2017 diperkirakan 100 negara terkena serangan ganas ini, termasuk Indonesia. Amerika dan Inggrispun tak luput dari serangan ini, sekitar 45.000 serangan terhitung di Amerika dan sejumla rumah sakit di Inggris menghentikan aktivitasnya sementara waktu.

Dari tampilan diketahui bahw Ransome WannaCry  meminta dana atau tebusan agar file yang terenkripsi dapat dikembalikan dalam keadaan normal dengan pembayaran bitCoin yang setara dengan USD300 atau sekitar 4 juta rupiah.

  1. Ransomware WannaCry sebenarnya tak menyerang semua OS Windows, hanya beberapa saja

Dikutip dari Kompas, ransomware WannaCry ini hanya menyerang beberapa OS Windows. Adapun OS Windows yang paling rentan terkena ransomware ini adalah seri Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7, Windows Server 2008 R2, Windows 8.1, Windows Server 2012, Windows 10, Windows Server 2012 R2, dan Windows Server 2016.

  1. Tidak ada yang menyangka, ransomware WannaCry asal mulanya dari senjata siber AS.

WannaCry diketahui merupakan ransomware yang asal muasalnya dari tool senjata Siber bernama EternalBlue badan intel Amerika Serikat (AS) atau NSA yang dicuri oleh grup hacker bernama Shadow Broker. Sebelum dicuri dan dibocorkan sering dipakai NSA untuk mengendalikan komputer sasaran dari jarak jauh secara remote, Celah ini bisa dipakai menyerang komputer yang menjalankan Windows XP hingga Windows Server 2012. Selain itu, juga menyerang komputer Windows yang masih belum atau kerap lalai melakukan update sistem.

  1. Tebusan yang diminta peretas ransomware WannaCry ini dalam bentuk mata uang digital Bitcoin.

Di Inggris diketahui, peretas meminta bayaran alias uang tebusan sejumlah 300 dolar AS atau 4 juta rupiah dalam bentuk Bitcoin. Bagi kamu yang belum tahu, Bitcoin adalah mata uang Digital ditemukan oleh seorang misterius bernama Satoshi Nakamoto. Bitcoin terkenal belakangan, karena dianggap mata uang yang paling minim penipuan. Nilai tukar Bitcoin pun dianggap cukup tinggi hingga saat ini, 1 Bitcoin saja diketahui berharga sekitar 23 jutaan rupiah.

  1. Serangan ransomware serupa pernah terjadi juga lo, tepatnya di tahun 2010 lalu.

Dikutip dari IDN Times, serangan ransomware seperti WannaCry ini memang bukan yang pertama kalinya terjadi. Di Tahun 2010 lalu pernah terjadi serangan serupa dengan korban terbanyak berada di wilayah Rusia. Kala itu, korban yang terserang ransomware ini harus membayar tebusan melalui sistem SMS Premium.

Selain itu, pada 1989 juga pernah ada serangan ransomware juga yang cukup menghebohkan dunia kala itu. Serangan ransomware bernama AIDS Trojan ini juga bekerja dengan cara menyandera file korban dengan memanfaatkan teknik kriptografi. Di pertengahan 2000-an, juga tercatat ada serangan malware serupa bernama Gpcode yang juga memiliki kemampuan mengenkripsi file pada perangkat yang terinfeksi.

  1. Kabar baiknya, telah ditemukan cara untuk mengobati Ransome Ini oleh pria dari Inggris.

Dikutip dari Malware Tech seorang pria asal Inggris dikabarkan telah menemukan cara mengatasi perangkat yang terserang ransomware WannaCry ini tanpa harus bayar uang tebusan. Pria yang mengaku dirinya sebagai MalwareTech ini menuturkan bahwa cara terbaik untuk mengatasi serangan ini adalah dengan mendaftarkan domain yang digunakan untuk menyebarkannya. Ia menyebutkan, dengan mendaftarkan maka domain tersebut secara otomatis akan hidup dan penyebaran ransomware pun ternyata bisa dihentikan.

Itulah fakta unik seputar ransomware WannaCry yang berhasil CAN Creative rangkum untuk pemirsa. Berita ini kini tengah jadi perbincangan hangat di dunia maya. Bagi kamu yang tak ingin terserang ransomware ini, usahakan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang juga sudah dibeberkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Terima kasih, semoga bermanfaat